Juli 14, 2008 pada 4:00 pm (Unlimited)
Tags: Kata-kata bijak
Perumpaan asyik dari nabi kita yang kurekam setelah mendengar seorang ustadz berceramah di sebuah radio. Menggunakan benda-benda sekitar kita untuk memperdalam keimanan.
Kata Abu bakar iman itu lebih indah dari Guci dan lebih manis dari madu, tetapi sangat sulit mendapatkannya seperti meniti sehelai rambut.
Umar berkata kerajaan itu lebih indah dari Guci dan menjadi raja itu lebih manis dari madu, akan tetapi menjadi raja yang adil sama sulitnya meniniti pada sehelai rambut.
Ustman berpendapat lain dia berkata ilmu itu lebih indah dari Guci dan orang yang berilmu itu lebih manis dari madu, akan tetapi mengamalkan ilmu itu sangat sulit, sesulit meniti rambut.
Ali ’Tamu itu lebih indah dari Guci dan menghormati tamu lebih manis dari madu, akan tetapi menjamu tamu sampai dia pulang sama sulitnya meniti pada sehelai rambut.
Fatimah ’Wanita itu lebih indah dari Guci tetapi lebih manis wanita yang beriman, tetapi sangat sulit mendapati wanita yang menjaga kehormatannya sebagaimana sulitnya meniti sehelai rambut’
Rasul ’Taufik Allah lebih indah dari Guci, Orang mendapat taufik Allah lebih manis dari madu, tetapi sangat sulit menjaga Taufik Allah sesulit meniti pada rambut’
Jibril ’Agama itu lebih indah Guci, orang yang beragama itu lebih manis dari madu, akan tetapi menegakkan agama dengan sepenuh jiwa itu seperti berjalan di atas seutas rambut.
Allah berfirman ’SurgaKu lebih indah dari Guci negara manapun, dan orang yang mendapat surga itu lebih manis dari madu, akan tetapi untuk menuju kesana itu sesulit meniti sehelai rambut’
3 Comments
Juni 9, 2008 pada 12:58 am (Unlimited)
Tags: euro 2008, sepak bola
Jadwal EURO 2008

Hari ini, 7 juni 2008, adalah hari pertama event olahraga EURO 2008… Berikut adalah jadwal lengkapnya:
Grup A
7 Juni : Swiss vs Republik Ceko (Basel)
7 Juni : Portugal vs Turki (Jenewa)
11 Juni: Ceko vs Portugal (Jenewa)
11 Juni: Swiss vs Turki (Basel)
17 Juni: Swiss-Portugal (Basel)
17 Juni: Turki-Ceko (Geneva)
Grup B
8 Juni : Austria vs Kroasia (Vienna)
8 Juni : Jerman-Polandia (Klagenfurt)
12 Juni: Kroasia-Jerman (Klagenfurt)
12 Juni: Austria-Polandia (Vienna)
16 Juni: Austria-Jerman (Vienna)
16 Juni: Polandia-Kroasia (Klagenfurt)
Grup C
9 Juni : Rumania vs Prancis (Zurich)
9 Juni : Belanda vs Italia (Berne)
13 Juni: Italia vs Rumania (Zurich)
13 Juni: Belanda vs Prancis (Berne)
21 Juni: Belanda vs Rumania (Berne)
21 Juni: Prancis vs Italia (Zurich)
Grup D
10 Juni: Spanyol vs Rusia (Innsbruck)
10 Juni: Yunani vs Swedia (Salzburg)
14 Juni: Swedia vs Spanyol (Innsbruck)
14 Juni: Yunani vs Rusia (Salzburg)
18 Juni: Yunani vs Spanyol (Salzburg)
18 Juni: Rusia vs Swedia (Innsbruck)
Perempatfinal
19 Juni: Juara A v Runner-up B (Basel)
20 Juni: Juara B v Runner-up A (Vienna)
21 Juni: Juara C v Runner-up D ( Basel)
22 Juni: Juara D v Runner-up C (Vienna)
Semifinal
25 Juni: Pemenang 19 Juni vs Pemenang 20 Juni (Basel)
26 Juni: Pemenang 21 Juni vs Pemenang 22 Juni (Vienna)
Final
29 Juni (Vienna)
Sumber: http://www.beritabola.com/content/view/10903/51/
1 Comments
Juni 2, 2008 pada 11:11 pm (Poem)
Sana-sini habiskan hari
Sama seperti dulu
Ikatkan sepatu pada batu
Langkahkan kaki ikuti jejak yang ada
Bertemu anak bangsa
bangun kesadaran diri
Sambil ingatkan hati
Bahwa kita tidak sendiri
Siang pisahkan kami
hilangkan strata yang terjadi
Hadapkan persamaan insani
Yang makan nasi
Latunan jazz dan blues iringi malam
Irama mendayu terawangkan angan
Tembus langit ketujuh
4 Comments
Mei 16, 2008 pada 3:33 am (1)
Tags: template
Blum…seperti big bang, hari ini tak ubah tampilan blog dikarenakan seringnya tidak dapat di buka di sekolahku. simpel tak ribet. moga-moga banyak pembacanya dan berkomentar itu harapan dari gantinya template.
Leave a Comment
Mei 1, 2008 pada 11:49 am (Unlimited)
Kesulitan seseorang bisa jadi menjadi kesulitan kita. Kita kadang kala melihat satu kesulitan itu dengan menimbang ada hubungannya dengan kita atau tidak. Kalau berhubungan dengan kita langsung dengan sigap membantu semua kesulitan untuk segera terselesaikan. Tetapi kalau tidak berhubungan dengan kita, pikiran kita akan segera membuat pertanyaan-pertanyaan atau berpikir dua kali.
Seekor tikus mengintip dalam lobang kecil yang memperlihatkan sepasang petani membuka bungkusan..suip pasti makanan lezat pikir tikus. Tetapi apa yang terlihat dalam kotak. Seperangkat perangkap tikus. Dan tikuspun terperangah dan berlari menuju teman-temannya di kandang. Pak tani punya perangkap tikus teriak tikus pada ayam, ayam dengan sedikit mendongakkan kepala, itu urusanmu sendiri tikus. Tikuspun berlari menuju kambing pak tani punya perangkap tikus, kambing dengan menyesal berakata pada tikus aku turut bersedih tikus tapi aku hanya bisa mendoakan kamu saja. Dengan lesuh tikuspun berjalan menuju sapi sambil berkata pak tani mempunyai perangkap tikus. ‘Yo embuh kus urusen dewe.’ kata sapi.
Singkat cerita suatu malam yang dingin perangkap tikus berbunyi keras prakkk. Bu tanipun bergegas menuju ke tempat perangkap tikus dan mencoba mengambil perangkap tikus dan kejadiannya begitu dari dalam perangkap tikus seekor ular berbisa dengan cepat mematuk lengan bu tani. Dan bu tanipun menjerit kesakitan dan berlari ke dalam rumah. Pak tani pun bingung, gelisah, tak tau harus berbuat apa. Demi menyenangkan istrinya pak tani mengambil golok dan memotong ayam di kandang yang kemudian dibuatkan soto untuk istri tercintanya. Luka bu tani tak berangsur sembuh malah semakin parah, dan para tetangga menjenguk sambil memberikan simpati. Pak tanipun merelakan kambingnya dijadikan gule kambing untuk memberikan hidangan pada para tamu. Dan istrinya tak kuat menahan derita luka gigitan ular itupun akhirnya meninggal. Semakin banyaklah tamunya, saudara di luar kota, sanak saudara, handai taulan semuanya berdatangan ke rumah pak tani. Pak tanipun sibuk melayani para pelayat dan disuguhkanlah hidangan sop sapi.
4 Comments
April 11, 2008 pada 5:48 am (Unlimited)
Tags: Bapak, Kampung, Sosial, Tauhid
Dua topik yang ingin kutulis akhir-akhir ini adalah “Koyok gak duwe gusti Allah” dan yang terakhir ini mungkin asyik untuk dibicarakan “Kampung”
Pertama ingin kukemukakan kata “Koyok gak duwe gusti Allah” pertama kali atau sering kudengar dari Bapak, kata ini sering kali terlontar dalam kondisi-kondisi ketika anaknya mengalam suatu kegelisahan, ketakutan, atau gundah terhadap suatu masalah. Kata ini terucap dengan mantap, tegas, dan sedikit humor. Mantap dan tegasnya ini mungkin tercipta dari kematangan ketauhidan yang telah membentuk bapak. Agak humoris mungkin mencoba mencocokkan tafsir Al Qur’an bahwa kehidupan hanyalah sendau gurau semata dengan kenyataan di masyarakat.
Kedua kampung tempat tinggal baruku. Aku teringat temanku berkata “ning kene iso dadi kampungmu”, yup kampung ini dulu sebelum menjadi warga disini adalah kampung yang sering kusinggahi. Teman yang sering kuinapi tempatnya tularkan kesosialan pada masyarakat dengan kenalkan pemuda setempat. Lambat laun terjalin komunikasi dan bertambahlah perbendaharaan teman di kehidupan sosialku. Tiga tahun yang lalu resmilah aku menjadi warga sini.
Fenomena menarik dari kampung baruku ini adalah halal bi bihalal di kampung yang dibuatkan acara berkumpul bersama di sebuah tempat. Selidik punya selidik ternyata budaya ini telah tercipta mulai tahun 65-an, wao suwene…., dari para tetua mendapatkan alasan bahwa budaya ini untuk menciptakan kondisi agar tidak merepotkan tetangga ketika kita bertandang. Dengan kompleksnya kepentingan manusia budaya ini dapat menjadi tawaran yang menarik.
3 Comments
April 1, 2008 pada 1:56 am (edukasi, komputer)
Tags: KKPI, Perusahaan, Sertifikat
KKPI juga merupakan satu pelajaran standar nasional tentang penggunaan komputer. Belum tau apakah sertifikasi KKPI udah di akui industri atau belum. Tapi kalo dilihat materi yang ada di KKPI, sertifikat KKPI sudah layak dijadikan acuan diterimanya seorang karyawan dalam sebuah perusahaan. Pada modul KKPI mengarahkan peserta didik untuk menguasai aplikasi-aplikasi yang biasanya digunakan di kantor mulai pengetikan, entri data, browsing internet, sampai pada pengetahuan Undang-undang yang berhubungan dengan komputer.
Di bawah ini modul tentang Undang-undang yang mempunyai nama modul Pengolahan Informasi. Bisa di down-load
modul-09-mengola-informasi.pdf
2 Comments
April 1, 2008 pada 1:43 am (Unlimited)
Tags: Komunitas, Persahabatan, Teman
Benar kata orang komunitas terbentuk dari kesamaan-kesamaan yang dimiliki oleh setiap individu yang merasa nyaman jika bersama. Begitulah komunitas yang kini masih terbentuk dengan baik. Satu kesamaan yang bisa dibilang unik adalah mereka sama-sama bukan orang normal. Begitu tidak normalnya sampai suatu ketika salah satu dari komunitas itu bertandang di Basecamp mereka, ketika itu waktu menunjukkan pukul ½ satu malam, dengan mengendarai mobil putih zebra parkir di depan base camp. Turunlah dia dan segera duduk diantara kerumunan yang telah terbentuk. Mengalirlah percakapan hangat, sampai beberapa saat pukul 3 pagi telah terlewati. Dan ketika salah satu teman ingin pulang meminta untuk diantarkan dengan mobil putihnya. Berkatalah ’jo sungkan ono, bojoku’. WUAAAAAAH ternyata dia tadi bertandang ke base camp itu bersama istri dan anaknya, dan dengan santainya ia ngobrol dengan komunitas orang-orang menclek.
Leave a Comment
Maret 19, 2008 pada 8:53 am (Unlimited)
Tags: Asyik, Comboran, Pasar Loak
Siang hari setelah gagal satu rencana, datang teman membawa satu rencana lain yang tak kalah menarik walking-walking (pelesatan) di pasar loak. Kata nabi kalau kau ingin rejeki pergilah ke pasar, kalau menurutku rejeki yang diutarakan nabi berupa pemandangan indah dari geliat hidup manusia. Bermacam-macam karakter manusia muncul dengan ekspresi kesungguhan. Kesungguhan mencari nafkah bagi anak istrinya di rumah.
Gambar pak pedagang menikmati tidurnya
Kalau ada iklan berkata ’pasti ada yang baru’. Ternyata itu hanya kata-kata saduran dari realitas yang ada pada pasar loak sejak dulu. Di pasar loak selalu ada hal baru yang ditawarkan bersanding dengan barang-barang lama seperti mur bekas, obat kuat, alat pertukangan baru maupun bekas, de el el. Baru disini bukan barang baru keluar dari pabrik tapi baru disini sudah dalam taraf ide. Betul….. sudah dalam taraf tataran ide…karena maraknya maling sepeda motor.. salah satu pedagang menawarkan sebuah solusi dengan membungkus kawat sling (kawat biasanya buat menahan tower) dibungkus slang plastik warna-warni biar menarik yang ujungnya ada pentulan dan tempatnya. Pemakaian mudah Cuma dipasang pada lingkar badan belakang sepeda motor melewati roda. Dan pentulan kunci di letakkan di atas bagasi sepeda motor yang sebelumnya dibuka joknya. Baru kemudian joknya ditutup. Jadi maling minimal harus berpikir beberapa kali… pertama ia harus merusak kunci kontak….kedua membuka jok kalau ndak sabaran maka ia akan memotong kawat slingi tersebut, padahal kawat itu begitu liatnya hingga sulit dipotong. Sebelum terpotong Insya Allah maling itu sudah digebuki massa.
Pergi ke pasar loak ini pun ndak usah neko-neko seperti pergi ke mall. Pake dandan, baju bagus, yang jelas harus habis mandi karena nanti kalau terkena cahaya lampu mall biar tidak terlihat kumuh-kumuh (lusuh). Di pasar loak cukup pake sandal jepit, kaos oblong plus celana training, ndak mandi pun ndak papa. Karena cahaya matahari ndak pilih-pilih menyinarkan cahayanya. Biar muka kusam, berbedak, bergincu, akan terlihat alami. Ndak ada yang memperdulikan.
Transaksi di pasar loak sederhana sekali. Saya menawarkan kamu suka ya dibeli. Tanpa ada strategi MLM, strategi mencari down land, atau seperti di hypermarket yang harganya telah didektekan pengusaha besar pada kita. Terpampang bisu di rak-rak ndak ada komunikasi. Sepertinya tidak memanusiakan, atau diperhalus menjadikan kita seperti robot. Padahal pernah ada penelitian oleh seorang raja yang mencoba bayi baru lahir tidak diajak berkomunikasi sama sekali. Ketika memberi susupun sang bayi tidak diajak berkomunikasi oleh ibunya. Apa yang terjadi setelah satu minggu…….bayi mati.
Komunikasinyapun sangat sederhana, tidak perlu ada lobi-lobi untuk menggolkan tawaran. Apalagi harus mencari tempat yang representatif. Bahasanya harus ditata dianalisa, buat strategi dan bermacam-macam tetek bengek yang tujuan menggolkan dagangannya. Di sini kita cukup bertanya ’piro regane?’ pedagang menjawab ’rong polo ewu’ kita sambil ngeloyor menawar (diperbolehkan) ’hulupus ae’. Kalau pedagang mau ya sudah gitu aja, berarti ada kesapakatan maka transaksi jalan. Dan barangpun pindah tangan….selesai.
1 Comments
Maret 14, 2008 pada 10:46 pm (resensi)
Tags: Edensor, Laskar pelangi, Maryamah Karpov, Sang Pemimpi
Judul : Laskar pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Tahun : 2007 an
Komentar :
Novel apik, menggugah kesadaran sambil nostalgia masa-masa kecil, remaja, dewasa. Cerita tentang persahabatan, kesungguhan mengejar cita-cita, cinta yang tidak cengeng, dalam kesederhanaan.
ini salah satu tulisan di ‘laki-laki Zenit dan Nadir’ dalam edensor :
Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einsten, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong – ini pendapat Einsten – maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi penjelasan pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.
9 Comments