Januari 28, 2008 pada 9:52 pm (Unlimited, humor)
Tags: mahasiswa, Milik Pribumi, tentara
Malang, 28 januari 2008
Soeharto is dead, bukan superman is dead. Bapak yang penuh controversial baik sewaktu hidup, sakit, maupun mati. Banyak cerita mengelilingi beliau, baik yang baik maupun yang negative. Terakhir kali beliau menjabat aku sudah kuliah, ada banyak yang bisa kutangkap reformasi sebagai ujung dari kegrundelan sebagian masyarakat pintar akhirnya menggerakkan penggulingan kekuasaan. Kalah itu reformasi betul-betul membuat mahasiswa bersatu, dari sabang sampai merauke, semua ikut larut dalam eufera (mboh benar opo ora, melok-melok tok istilah e pak wartawan) demo. Satu kata gulingkan soehato, semua keluar dari kampus menuju kantor pemerintah. Di setiap perjalanan banyak pemilik toko memberikan makanan, minuman, koyok gerak jalan ’Malang-Turen’ ora kelaparan. Semua memakai atribut kampus masing-masing (jas almater, bendera, umbul-umbul) wis pokok e koyok karnaval. Dari yang hanya mahasiswa ikut-ikutan, setengah idealis, idealis penuh semua larut dalam konvoi besar.
Der-nya…………………………. banyak terjadi kerusuhan di Jakarta, sampai ada humor tentara yang mau memperkosa seorang pelempuan china di sebuah pelempatan. Ketika hasrat sudah mendesak, di bukalah semua pakain nonik cantik tersebut, sampai pada penutup aurot paling sensitifnya, sang tentara tidak sabaran langsung saja merobeknya, e……. ternyata di situ telah terpalang dengan sebuah tulisan ”MILIK PRIBUMI”
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 26, 2008 pada 10:50 pm (private)
Tags: dhoif, korban, tasriq
Hari tasriq betulkah ada?????
Pertanyaan ini menjadi menarik manakala dering telepon genggam berburnyi dan berkata adik ‘berita buruk’, katanya berkorban pada hari tasriq itu hadistnya dhoif…., lebih menarik lagi hal ini terjadi ketika keinginan hati untuk berkorban telah ditetapkan.
Kata analisis kebijakan, untuk menentukan ini dan itu, maka perlu adanya inventaris permasalahan atau menggali informasi tentangnya. Dan segera kulakukan selidik punya selidik, ustadz agus temanx ambon berkata bahwa pada hari tasriq di mekkah masih dilakukan ibadah qurban, dan ditambah lagi ustadz haris temanx ambon juga. Sedangkan ustadz nya ndaru berkata bahwa pada hari tasriq adalah hari diharamkannya puasa (redaksional saya) atau diperbolehkannya makan dan minum.
Pelajaran yang menarik hari ini.
ilmu agama saya masih sangat jauh dari sempurna.
orang awam banyak membutuhkan kepastian sebuah hukum ibadah (menarik kata ndaru, keputusan diambil jika salah maka pahalanya satu, sedangkan ketika keputusan itu benar maka pahalanya dua)
diskusi tentang ini menjadi pr bagi diri untuk mengetahui benar dan tidaknya sebagai landasan untuk ke depannya (muga-moga besak aku bisa berkorban lagi)
dengarkan hati nurani (au rodo budhek ….. guyon)
jadi keputusannya ………………
mempertimbangkan kemashlahatan
memperhatikan proses pendewasan diri antara lain melatih diri untuk berkorban (ya kalau taun depan punya rejeki)
he…he mendengarkan lagu frank sinatra “my way”
BERKORBANNNNNNNNNNNNNNNNNNNN……
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 23, 2008 pada 10:26 am (private)
Tags: merdeka, Negara
Rabu, 12 Juli 2007
Makan kerapu di sebuah restaurant
Terasa nikmat di kerongkongan
Sambil bincangkan negara
Negaraku yang tercinta
Ada kesedihan di setiap ujungnya
Ada kekonyolan pada pusatnya
Ada apakah dengan dia?
Negaraku yang tercinta
Berseru teman
Sambil menggenggam
Merdeka…lah,
Negaraku yang tercinta
Tak terasa kerapuku habis.
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 21, 2008 pada 11:56 pm (humor)
Terlaksana sebuah penataran P-4 yang diselenggarakan di kota dingin Bandung. Musim kemarau yang menyisahkan hawa dingin di malam hari. Beberapa guru telah mendaftarkan diri pada panitia yang kemudian dipersilahkan untuk cek in di sebuah hotel untuk penataran.
Beberapa saat berlangsung ramainya hilir mudik peserta penataran yang telah mendapatkan kamar yang telah disediakan. Ada yang tertawa, ada yang sibuk dengan barang bawaan, ada juga yang sibuk cari tempat ngopi dulu. Semua begitu hiruk pikuk di ruang lobi. Bahkan ada yang sambil berdiri dengan suara lantang menyuruh OB untuk mengangkut semua barang bawaannya dari mobil dinasnya sampai ke kamar yang disiapkan. Dan suasana sepi kembali menyisahkan resepsionis dengan ramah menyambut tamu duduk di mejanya.
Tergopoh-gopoh seorang bapak dengan muka bingung mencari kesana kemari mendatangi sang resepsionis. Dengan terengah-engah menanyakan dimana apa betul hotel ini tempat penataran P-4 yang diselenggarakan Departeman Pemusatan Pelatihan P-4. wajah ramah resepsionis mengiyakan sambil menunjuk tamu-tamu yang telah mendapatkan kamar hotel yang kesemuanya bergelar kependidikan. Dengan napas lega sang bapak memperkenalkan bahwa beliaunya juga termasuk peserta penataran.
Resepsionispun dengan sigap mencarikan kamar yang belum terisi. Sahdan akhirnya resepsionis menemukan kamar 34 yang masih terisi satu orang, kemudian dipersilahkan sang bapak menuju kamar 34. Dengan tergopoh-gopoh bapak menuju kamar yang telah ditentukan. Tiba di pintu kamar 34 pintu diketuk dan terbuka pintunya ternyata yang berada di kamar itu adalah ibu muda yang baru saja diterima PNS periode tahun ini.
Merasa tidak enak sang bapak mencari panitia untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Panitia kebingungan karena kamar hotel telah penuh semua dan yang tersisah hanya kamar 34 yang berisi ibu peserta penataran. Kemudian dibuatlah satu pemecahan, kamar tersebut dibuat garis demakrasi dari seutas tali rapiah yang membelah dua kamar tidur dengan kesepakatan bahwa siapa saja yang akan melewati tali rapiah tersebut akan mendapat karma. Dan dilaknati oleh bumi dan seisinya.
Setelah 30 hari penataran P-4 berlangsung tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Penataran banyak menghasilkan diskusi-diskusi yang banyak berguna bagi kepentingan mencerdaskan bangsa. Dan tiba waktunya untuk meninggalkan hotel, semua peserta penataran dengan berseri-seri mempersiapkan diri untuk segera bertemu dengan keluarga tercinta. Tak lupa kamar 34 juga ikut berbenah. Ibu dan bapak peserta terlihat sibuk membenah barang-barang bawaannya. Ketika ibu peserta penataran mengkemasi jemuran salah pakaiannya terlepas terbawa angin hampir saja masuk ke selokan di depan kamarnya dengan sigap bapak peserta melompat jendela yang tingginya 1,5 meter menangkap pakainnya sang ibu peserta. Dan memberikan pakaian kepada ibu muda tersebut, bukan menerima ucapan terima kasih dari ibu tersebut, dengan muka merah tanda kesal ibu peserta berkata “Masak melompat jendela 1,5 meter saja bisa, tali rapiah yang begitu rendah begini tak bisa dilompati”
1 Komentar
Januari 21, 2008 pada 11:43 pm (edukasi, private)
14 March 2007
Cerita dari radio
Awal pelajaran seorang kepala sekolah memberitahu bahwa dia akan membuat kelas khusus yang akan ditangani oleh guru-guru yang memenuhi kualifikasi yang bagus. Dan diambil murid-murid dari beberapa kelas, kemudian dia berkata kepada semua murid yang dikumpulkan bahwa di tahun pelajaran ini anak-anakku sekalian terpilih menjadi murid di kelas unggulan yang akan diajar oleh guru-guru yang terunggul di kelas ini. Ketika guru-guru unggulan yang dipilih dihadapkan kepada kepala sekolah berkatalah dia bahwa anda akan menangani siswa-siswa terunggul dari sekolah ini.
Di akhir tahun ajaran baru, terbuktilah bahwa mereka melaksanakan semua yang telah diucapkan kepala sekolah dengan hasil memuaskan. Dan kepala sekolahpun membuka sebuah rahasia yang tidak pernah terpikirkan oleh para guru bahwa siswa-siswa yang dipilih bukan merupakan siswa-siswa unggulan yang seperti diperkirakan sebelum diadakan sekolah unggulan tetapi siswa-siswa biasa yang dipilih secarah acak.
Pesan moral bahwa pujian yang tepat akan menghasilkan tindakan baik, dan keotoritan yang terus menerus akan menimbulkan rasa takut bukan suatu komitmen membangun.
1 Komentar
Januari 21, 2008 pada 11:39 pm (edukasi, private)
21 November 2006
Selasa, di minggu KTSP (Kurikulum Tidak Siap Pakai) beberapa hal bisa dimengerti dari pandangan miring dan pandangan menerima untuk menyelenggarakan pendidikan yang berdasar pada UUD 45.
Pedidikan yang katanya untuk mencerdaskan kini terkontaminasi sendiri oleh pelaku-pelaku yang berada di dalamnya. Imbasnya tidak adanya kepercayaan diri sebagai bangsa menjadikan orientasi pendidikan terasa berjalan terseok.
Banyak lontaran dari pelaku pendidikan yang seringkali menggelitik telinga, kita ini posisinya dimana merencanakan, melakukan atau mengevaluasi sebuah sistem pendidikan. Atau gado-gado yang tahapan suatu proses yang tidak bisa dinalar.
Rancunya kebijaksanaan yang tumpang tindih dan tak dimengerti tujuan secara jelas arahnya, membingungkan !!!!!
Cukup sekian ngerasani ideologi bangsa.
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 20, 2008 pada 12:52 am (private)
my nephew
My brother & sister’s son. I have many nephew. They are funny kids. sometime makes trouble, sometime make everything different.
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 20, 2008 pada 12:20 am (humor)
Seorang bergelantungan di sebuah tepi jurang, siap jatuh tercerembab di dasarnya. Melintas seekor sapi mendekat sambil bertanya “Butuh bantuan saya bapak?” “Terima kasih, Tuhan pasti menolong saya” berlalulah sang sapi, kemudian datang lagi sapi yang lain mendekat dan menanyakan hal yang sama “Butuh bantuan saya bapak?” “Tidak usah, karena Tuhan pasti menolong saya” dan sapipun berlalu meninggalkan bapak itu. Selang beberapa lama terjadilah yang mesti terjadi. Sang bapak jatuh ke dasar jurang dan mati. Singkat cerita sampailah dia di surga, dan ketika bertemu dengan Tuhan sambil ngomel dia berkata “Ya Tuhan, mengapa tidak menolong saya”. Dan Tuhan berkata “Aku sudah mengirim dua sapi, bodoh!!!”
& Komentar
Januari 19, 2008 pada 11:59 pm (humor)
Negara Cuba dengan persiapan yang matang telah melatih angkatan daratnya untuk menangkal serbuan pesawat terbang yang melintas di kedaulatannya. Pada saat pergolakan dimulai, melintaslah pesawat terbang di angkasa kuba, Bapak Fidel Castro segera memerintahkan seluruh pengintai untuk melihat pesawat siapa gerangan yang berani masuk dalam wilayahnya. Pesawat dengan kecepatan tinggi melesat dan terlihatlah bendera Paman Sam di sisi belakang pesawat, segera tentara mempersiapkan peluru-peluru kendali yang diimpor dari negara musuhnya. Dan muntahlah peluru-peluru berharga jutaan rupiah dengan deras menerjang pesawat terbang Paman Sam. Dan jatuhlah pesawat F-16 milik Paman Sam.Tak berapa lama datang pesawat dari arah selatan sebuah pesawat tempur melintas di wilayah kuba. Segera Fidel Castro memerintahkan melihat pesawat siapa yang berani memasuki wilayannya. Dan terlihatlah pesawat tempur milik Indonesia, segera Fidel Castro memerintahkan segara kembali ke tempat masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan yang ditinggalkan. Seorang sersan dengan heran bertanya “Ya, komandan mengapa anda membiarkan pesawat tempur melintas di wilayah kita”, sambil merokok sigaret cuba dalam-dalam dan menghembuskan ke angkasa Fidel Castro berkata “Biarlah, paling-paling 2 Km lagi pesawatnya akan jatuh sendiri”
1 Komentar
Januari 9, 2008 pada 2:06 am (Unlimited)
hari ini rabu, tanggal 09 januari 2008 lounching blog q
Tinggalkan sebuah Komentar