di persimpangan ….

Hari tasriq betulkah ada?????

Pertanyaan ini menjadi menarik manakala dering telepon genggam berburnyi dan berkata adik ‘berita buruk’, katanya berkorban pada hari tasriq itu hadistnya dhoif…., lebih menarik lagi hal ini terjadi ketika keinginan hati untuk berkorban telah ditetapkan.

Kata analisis kebijakan, untuk menentukan ini dan itu, maka perlu adanya inventaris permasalahan atau menggali informasi tentangnya. Dan segera kulakukan selidik punya selidik, ustadz agus temanx ambon berkata bahwa pada hari tasriq di mekkah masih dilakukan ibadah qurban, dan ditambah lagi ustadz haris temanx ambon juga. Sedangkan ustadz nya ndaru berkata bahwa pada hari tasriq adalah hari diharamkannya puasa (redaksional saya) atau diperbolehkannya makan dan minum.

Pelajaran yang menarik hari ini.

ilmu agama saya masih sangat jauh dari sempurna.

orang awam banyak membutuhkan kepastian sebuah hukum ibadah (menarik kata ndaru, keputusan diambil jika salah maka pahalanya satu, sedangkan ketika keputusan itu benar maka pahalanya dua)

diskusi tentang ini menjadi pr bagi diri untuk mengetahui benar dan tidaknya sebagai landasan untuk ke depannya (muga-moga besak aku bisa berkorban lagi)

dengarkan hati nurani (au rodo budhek ….. guyon)

jadi keputusannya ………………

mempertimbangkan kemashlahatan

memperhatikan proses pendewasan diri antara lain melatih diri untuk berkorban (ya kalau taun depan punya rejeki)

he…he mendengarkan lagu frank sinatra “my way”

BERKORBANNNNNNNNNNNNNNNNNNNN……

Tulis sebuah Komentar