Malang, 28 januari 2008
Soeharto is dead, bukan superman is dead. Bapak yang penuh controversial baik sewaktu hidup, sakit, maupun mati. Banyak cerita mengelilingi beliau, baik yang baik maupun yang negative. Terakhir kali beliau menjabat aku sudah kuliah, ada banyak yang bisa kutangkap reformasi sebagai ujung dari kegrundelan sebagian masyarakat pintar akhirnya menggerakkan penggulingan kekuasaan. Kalah itu reformasi betul-betul membuat mahasiswa bersatu, dari sabang sampai merauke, semua ikut larut dalam eufera (mboh benar opo ora, melok-melok tok istilah e pak wartawan) demo. Satu kata gulingkan soehato, semua keluar dari kampus menuju kantor pemerintah. Di setiap perjalanan banyak pemilik toko memberikan makanan, minuman, koyok gerak jalan ’Malang-Turen’ ora kelaparan. Semua memakai atribut kampus masing-masing (jas almater, bendera, umbul-umbul) wis pokok e koyok karnaval. Dari yang hanya mahasiswa ikut-ikutan, setengah idealis, idealis penuh semua larut dalam konvoi besar.
Der-nya…………………………. banyak terjadi kerusuhan di Jakarta, sampai ada humor tentara yang mau memperkosa seorang pelempuan china di sebuah pelempatan. Ketika hasrat sudah mendesak, di bukalah semua pakain nonik cantik tersebut, sampai pada penutup aurot paling sensitifnya, sang tentara tidak sabaran langsung saja merobeknya, e……. ternyata di situ telah terpalang dengan sebuah tulisan ”MILIK PRIBUMI”

