Comboran 1

Siang hari setelah gagal satu rencana, datang teman membawa satu rencana lain yang tak kalah menarik walking-walking (pelesatan) di pasar loak. Kata nabi kalau kau ingin rejeki pergilah ke pasar, kalau menurutku rejeki yang diutarakan nabi berupa pemandangan indah dari geliat hidup manusia. Bermacam-macam karakter manusia muncul dengan ekspresi kesungguhan. Kesungguhan mencari nafkah bagi anak istrinya di rumah.

ambon_080316_124921.jpg Gambar pak pedagang menikmati tidurnya

Kalau ada iklan berkata ’pasti ada yang baru’. Ternyata itu hanya kata-kata saduran dari realitas yang ada pada pasar loak sejak dulu. Di pasar loak selalu ada hal baru yang ditawarkan bersanding dengan barang-barang lama seperti mur bekas, obat kuat, alat pertukangan baru maupun bekas, de el el. Baru disini bukan barang baru keluar dari pabrik tapi baru disini sudah dalam taraf ide. Betul….. sudah dalam taraf tataran ide…karena maraknya maling sepeda motor.. salah satu pedagang menawarkan sebuah solusi dengan membungkus kawat sling (kawat biasanya buat menahan tower) dibungkus slang plastik warna-warni biar menarik yang ujungnya ada pentulan dan tempatnya. Pemakaian mudah Cuma dipasang pada lingkar badan belakang sepeda motor melewati roda. Dan pentulan kunci di letakkan di atas bagasi sepeda motor yang sebelumnya dibuka joknya. Baru kemudian joknya ditutup. Jadi maling minimal harus berpikir beberapa kali… pertama ia harus merusak kunci kontak….kedua membuka jok kalau ndak sabaran maka ia akan memotong kawat slingi tersebut, padahal kawat itu begitu liatnya hingga sulit dipotong. Sebelum terpotong Insya Allah maling itu sudah digebuki massa.

Pergi ke pasar loak ini pun ndak usah neko-neko seperti pergi ke mall. Pake dandan, baju bagus, yang jelas harus habis mandi karena nanti kalau terkena cahaya lampu mall biar tidak terlihat kumuh-kumuh (lusuh). Di pasar loak cukup pake sandal jepit, kaos oblong plus celana training, ndak mandi pun ndak papa. Karena cahaya matahari ndak pilih-pilih menyinarkan cahayanya. Biar muka kusam, berbedak, bergincu, akan terlihat alami. Ndak ada yang memperdulikan.

Transaksi di pasar loak sederhana sekali. Saya menawarkan kamu suka ya dibeli. Tanpa ada strategi MLM, strategi mencari down land, atau seperti di hypermarket yang harganya telah didektekan pengusaha besar pada kita. Terpampang bisu di rak-rak ndak ada komunikasi. Sepertinya tidak memanusiakan, atau diperhalus menjadikan kita seperti robot. Padahal pernah ada penelitian oleh seorang raja yang mencoba bayi baru lahir tidak diajak berkomunikasi sama sekali. Ketika memberi susupun sang bayi tidak diajak berkomunikasi oleh ibunya. Apa yang terjadi setelah satu minggu…….bayi mati.

Komunikasinyapun sangat sederhana, tidak perlu ada lobi-lobi untuk menggolkan tawaran. Apalagi harus mencari tempat yang representatif. Bahasanya harus ditata dianalisa, buat strategi dan bermacam-macam tetek bengek yang tujuan menggolkan dagangannya. Di sini kita cukup bertanya ’piro regane?’ pedagang menjawab ’rong polo ewu’ kita sambil ngeloyor menawar (diperbolehkan) ’hulupus ae’. Kalau pedagang mau ya sudah gitu aja, berarti ada kesapakatan maka transaksi jalan. Dan barangpun pindah tangan….selesai.

Novel Sip

Judul : Laskar pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov

Pengarang : Andrea Hirata

Penerbit : Bentang

Tahun : 2007 an

Komentar :

Novel apik, menggugah kesadaran sambil nostalgia masa-masa kecil, remaja, dewasa. Cerita tentang persahabatan, kesungguhan mengejar cita-cita, cinta yang tidak cengeng, dalam kesederhanaan.

ini salah satu tulisan di ‘laki-laki Zenit dan Nadir’ dalam edensor :

Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einsten, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong – ini pendapat Einsten – maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi penjelasan pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.

Tesis

Nostalgia sebentar……

Pada tgl 13 Juni 2007 telah terselenggara seminar diprakarsai oleh diri, dan tuntutan dari studi. Sebelumnya bagai bisul yang meranggang merah menyala siap meletus, badan terasa panas dingin menahan linu, dan lidah terasa keluh tak nikmat rasanya.

Dan ketika sudah terlaksa, maka meletusnya diiringi teriakan kesakitan, peluh keringat keluar mengucur deras basahi tubuh. Kemudian terkulai  lemas sambil rasakan sisa-sisa  perih di sekeliling bisul.

Begitulah rasanya !!!!

Oh Indonesiaku

Tulisan ini kiriman dari teman ke emailku yang iseng2 kubuka ternyata ada email masuk (soalnya email ini bejibun isinya dari mailing list)… setelah kubaca ternyata ada email dari seorang yang kukenal, dan tulisan ini kubagi dengan pembaca…semoga indonesia semakin cerdas…..merdeka.

Anda tahu kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?

Karena rakyat Indonesia sejak dini sudah didoktrin dengan lagu2 yang
tidak bermutu & mengandung banyak kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan
menurunkan motivasi.

mari kita buktikan :

“Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah
muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!”

Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna
hijau?

Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 ! -:)

“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang…kalo berjalan
prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”

Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di
bait> kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi)

Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang
sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan
pedang panjang)..

kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin
cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang
panjang…

kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu
baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!

“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis
mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..”

Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.

Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam
menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru.

Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung

membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

“Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan
kulihat saja.. banyak pohon cemara..2X”

Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat
dan motivasi!

Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi
tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu
jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri
ke kanan aja, gak maju2!

“Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung ..
Sby..> > bolehlah naik dengan naik percuma..ayo kawanku lekas naik..
keretaku tak berhenti lama”

Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa
maunya gratis melulu.

Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Malang dan> >
Jakarta-Surabaya!

“Di pucuk pohon cempaka.. > burung kutilang berbunyi.. bersiul2
sepanjang> > hari dg tak > jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li
li..li..li.. > > li..li..”

> Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita
yg

> sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit..
cuit ! > kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang
(catatan: acara lagu>

anak2 dgn presenter agnes monica waktu dia masih kecil adalah Tra la
la> > tri> > li li!), bukan burung!

“Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang > makan nasi, kalo malam minum
susu..”

Ini jelas lagu dewasa dan tidak > konsumsi anak2! karena yg
disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang > dewasa, bukan anak
kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, > jadi gak pagi
gak malem ya minum susu!

“Nina bobo nina bobo oh nina > bobo… kalau tidak bobo digigit
nyamuk”

menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn
lagu yg penuh nada mengancam

> “Bintang kecil dilangit yg biru…” (Bintang khan adanya malem, lah
> kalo malem mang warna langitnya biru?)

“Ibu kita Kartini…harum namanya” (Namanya Kartini atau Harum?)

“Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka”

(Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka??)

“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun >
kita…” (kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin >
sumur?