Wekmu Wekku Wekku Wekku

Kesulitan seseorang bisa jadi menjadi kesulitan kita. Kita kadang kala melihat satu kesulitan itu dengan menimbang ada hubungannya dengan kita atau tidak. Kalau berhubungan dengan kita langsung dengan sigap membantu semua kesulitan untuk segera terselesaikan. Tetapi kalau tidak berhubungan dengan kita, pikiran kita akan segera membuat pertanyaan-pertanyaan atau berpikir dua kali.

Seekor tikus mengintip dalam lobang kecil yang memperlihatkan sepasang petani membuka bungkusan..suip pasti makanan lezat pikir tikus. Tetapi apa yang terlihat dalam kotak. Seperangkat perangkap tikus. Dan tikuspun terperangah dan berlari menuju teman-temannya di kandang. Pak tani punya perangkap tikus teriak tikus pada ayam, ayam dengan sedikit mendongakkan kepala, itu urusanmu sendiri tikus. Tikuspun berlari menuju kambing pak tani punya perangkap tikus, kambing dengan menyesal berakata pada tikus aku turut bersedih tikus tapi aku hanya bisa mendoakan kamu saja. Dengan lesuh tikuspun berjalan menuju sapi sambil berkata pak tani mempunyai perangkap tikus. ‘Yo embuh kus urusen dewe.’ kata sapi.

Singkat cerita suatu malam yang dingin perangkap tikus berbunyi keras prakkk. Bu tanipun bergegas menuju ke tempat perangkap tikus dan mencoba mengambil perangkap tikus dan kejadiannya begitu dari dalam perangkap tikus seekor ular berbisa dengan cepat mematuk lengan bu tani. Dan bu tanipun menjerit kesakitan dan berlari ke dalam rumah. Pak tani pun bingung, gelisah, tak tau harus berbuat apa. Demi menyenangkan istrinya pak tani mengambil golok dan memotong ayam di kandang yang kemudian dibuatkan soto untuk istri tercintanya. Luka bu tani tak berangsur sembuh malah semakin parah, dan para tetangga menjenguk sambil memberikan simpati. Pak tanipun merelakan kambingnya dijadikan gule kambing untuk memberikan hidangan pada para tamu. Dan istrinya tak kuat menahan derita luka gigitan ular itupun akhirnya meninggal. Semakin banyaklah tamunya, saudara di luar kota, sanak saudara, handai taulan semuanya berdatangan ke rumah pak tani. Pak tanipun sibuk melayani para pelayat dan disuguhkanlah hidangan sop sapi.

& Komentar

  1. lumansupra berkata,

    Mei 2, 2008 pada 6:25 am

    everything is connected… but how far we have to connected, that’s the problems…

  2. Mei 2, 2008 pada 10:55 am

    ya, inilah hidup. bener juga omongan mu men (tumben genah heeee…..heeee…. pis je….) apalagi kalo udah menyangkut “kenyamanan” orang bisa aja tutup mata tutup telinga bahkan tutup hati atas masalah yang ada di sekitarnya, dengan alasan “kan bukan urusan gue” but kalo udah tutup usia ya udah

  3. Cahaya Biru berkata,

    Juni 3, 2008 pada 9:31 pm

    om…om…om…

    Kambing itu ikut film TRANSFORMERS yaaaa…..
    Kok, di akhir ceritanya, tiba-tiba pak tani menghidangkan SOP KERBAU….yang seharusnya SOP KAMBING atau GULE KAMBING

    Oh iya, Aku buatin Blogroll besok yaa. Karena ada beberapa problem adsense-ku. Adsense-ku baru aja diberangus ama AdBrite. Setelah itu,
    aku masukkan alamat blog wordpressmu ini. Plus, “wong-wong” BJSP yang punya Blog.

    The Prince A.K.A. Cahaya Biru A.K.A. Daru K.A.

  4. basoke08 berkata,

    Juni 9, 2008 pada 12:42 am

    pancen wong analisis…..suwun koreksine, iki tabenakno


Tulis sebuah Komentar