Oh Indonesiaku

Tulisan ini kiriman dari teman ke emailku yang iseng2 kubuka ternyata ada email masuk (soalnya email ini bejibun isinya dari mailing list)… setelah kubaca ternyata ada email dari seorang yang kukenal, dan tulisan ini kubagi dengan pembaca…semoga indonesia semakin cerdas…..merdeka.

Anda tahu kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?

Karena rakyat Indonesia sejak dini sudah didoktrin dengan lagu2 yang
tidak bermutu & mengandung banyak kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan
menurunkan motivasi.

mari kita buktikan :

“Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah
muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!”

Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna
hijau?

Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 ! -:)

“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang…kalo berjalan
prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”

Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di
bait> kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi)

Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang
sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan
pedang panjang)..

kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin
cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang
panjang…

kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu
baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!

“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis
mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..”

Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.

Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam
menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru.

Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung

membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

“Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan
kulihat saja.. banyak pohon cemara..2X”

Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat
dan motivasi!

Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi
tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu
jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri
ke kanan aja, gak maju2!

“Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung ..
Sby..> > bolehlah naik dengan naik percuma..ayo kawanku lekas naik..
keretaku tak berhenti lama”

Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa
maunya gratis melulu.

Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Malang dan> >
Jakarta-Surabaya!

“Di pucuk pohon cempaka.. > burung kutilang berbunyi.. bersiul2
sepanjang> > hari dg tak > jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li
li..li..li.. > > li..li..”

> Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita
yg

> sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit..
cuit ! > kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang
(catatan: acara lagu>

anak2 dgn presenter agnes monica waktu dia masih kecil adalah Tra la
la> > tri> > li li!), bukan burung!

“Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang > makan nasi, kalo malam minum
susu..”

Ini jelas lagu dewasa dan tidak > konsumsi anak2! karena yg
disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang > dewasa, bukan anak
kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, > jadi gak pagi
gak malem ya minum susu!

“Nina bobo nina bobo oh nina > bobo… kalau tidak bobo digigit
nyamuk”

menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn
lagu yg penuh nada mengancam

> “Bintang kecil dilangit yg biru…” (Bintang khan adanya malem, lah
> kalo malem mang warna langitnya biru?)

“Ibu kita Kartini…harum namanya” (Namanya Kartini atau Harum?)

“Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka”

(Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka??)

“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun >
kita…” (kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin >
sumur?