Hmmm…

Tersebutlah di sebuah komplek kuburan terdapat bangunan reot di samping tanah dekat kuburan. Siang hari terlihat tertutup rapi, ketika malam hari ada penerangan menyala di gubug tersebuut. Hal ini berjalan lama sekali, pelan tapi pasti gubug reot menjadi bangunan semi permanen di sekitar kuburan, kemudian menjadi bangunan permanen yang kokoh dan mencaplok beberapa kuburan menjadi lahan perumahannya, satu kuburan masuk menjadi ruang makan, dua kuburan di dapur, dan kuburan yang lain menjadi taman di sekitar rumahnya… he he. Untuk menyatukan dengan keadaan di rumah, kuburan di ruang makan maka diatasnya diletakkan meja makan yang besar hingga tidak terlihat kuburannya. Biar suasana tidak seram di sekitar rumah kuburan-kuburan di buat menjadi pot-pot indah yang ditanami tanaman. Yang lebih parah lagi di dapur kuburan dibuat bangunan di atasnya hingga membentuk jadi tungku. Dan dibuatlah dua kuburan itu sebagai penyangga wajan atau baskom untuk memasak. Semoga yang mati tidak merasa di neraka karena terkena kayu bakarnya….. he..hhe

Selang berapa lama ada inspeksi mendadak dari dinas kimpraswil datang ke komplek kuburan. Sambil jalan keliling melihat sekitar kuburan. Setelah beberapa lama para petugas terpana pada sebuah bangunan rumah permananen di tengah kuburan, maka merekapun bergegas ke arah rumah tersebut. Yo seperti mertamu ….he he meskipun di situ kuburan, kulo nuwun sambil ketuk pintu kayu yang baru di cat. Tak seberapa lama keluar seorang wanita memakai jarik yang kedodoran rambut di gelung liar menyisahkan rambut yang agak awut-awutan.

Para petugas pun mengenalkan diri, bla…bla…bla, kemudian mengutarakan maksudnya. ‘Ibu melanggar aturan daerah”., ini komplek kuburan, jadi tidak boleh mendirikan rumah disini apalagi dijadikan rumah, dengan sopan bapak-bapak sospol menjelaskan,… tak dinyana apa jawab sang ibu yang ternyata orang madura, sambil berkacak pinggang berkata dengan logat madura yang kental ‘Lho sing ting penting endhi, sik orip po sing mati‘. Mendengar kata-kata ini para petugaspun terkesima campur terpana campur menahan ketawa campur – campur dan campur – campuran dech…….